Bimas Katolik Jawa Timur

Pembinaan Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat SD Provinsi Jawa Timur

Kamis, 13 September 2018 By: Memet Johan


Surabaya, Bimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada tangal 12-14 September 2018 mengadakan kegiatan Pembinaan Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat SD se Jawa Timur Tahun 20018 bertempat di The WIN Hotel Surabaya. Ketua Panitia kegiatan Maria Ayu Dyan Atristasari, SE. dalam laporannya yang disampaikan dalam acara pembukaan mengatakan tujuan dari Kegiatan Pembinaan ini adalah untuk menyadarkan kembali akan keluhuran tugas dan panggilannya sebagai pendidik, yang dengan semangat yang tinggi untuk terus membaktikan diri dalam dunia pendidikan dan agar bapak ibu guru tetap tekun dan setia dalam menjalankan tugas di dunia pendidikan demi pengembangan ilmu dan iman para siswa sehingga mereka menjadi kader yang unggul demi agama dan masyarakat.
Dalam kata sambutannya Pembimbing Masyarakat Katolik Provinsi Jawa Timur Suko Pranyoto, S.Ag. memberikan gambaran kondisi secara umum Guru Agama di Jawa Timur saat ini yaitu bahwa mereka banyak menghadapi tantangan serta hambatan yang berat dalam pengembangan iman, kepribadian, dan tugas keguruannya di tengah masyarakat yang pruralistik/majemuk, Guru Agama Katolik menghadapi tantangan globalisasi dalam segala dimensi, termasuk dunia Pendidikan, masih lemahnya kaderisasi dalam hal kepemimpinan, kehidupan kemasyarakatan, tetapi pada dasarnya banyak Guru Agama Katolik yang memiliki potensi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang bagus, namun pemerintah dan gereja belum secara maksimal memberikan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan pada mereka. Di akhir sambutannya beliau menegaskan bahwa profesi guru Agama Katolik adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus, karenanya setiap guru harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya.


Lebih lanjut Pembimas Katolik Jawa Timur yang baru dilantik ini mengatakan bahwa untuk menghadapi tantangan globalisasi dalam dunia pendidikan Guru Agama Katolik harus memiliki kepekaan terhadap perkembangan jaman yang semakin cepat yang menuntut saudara untuk siap menghadapinya bukan menghindarinya, memajukan dan mengembangkan segenap potensi diri untuk terjun membangun tata dunia yang baru di tengah-tengah masyarakat yang pluralistis, tidak menutup diri secara primordialistik yang hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi ikut terlibat penuh dlm perjuangan demi masa depan bangsa yg lebih baik dan yang terpenting adalah tetap menjalin hubungan yang baik dan positif dengan umat beragama lain. (MJ/bimaskatolikjatim.com).


Copyright (C) Bimas Katolik Jatim 2018